PENGARAHAN
DAN PENGEMBANGAN KOMUNIKASI (KEPEMIMPINAN)
PENGARAHAN
Pengarahan adalah suatu proses pembimbingan,pemberian
petunjuk,dan instruksi dari atasan kebawahan agar bawahan dapat bekerja lebih
baik lagi.
KOMUNIKASI
- proses pemindahan pengertian dalam gagasan atau informasi
dari seseorang ke orang lain
- proses dengan mana orang-orang bermaksud memberikan
pengertian melalui pengiriman berita secara simbolis, dapat menghubungkan para
anggota berbagai satuan organisasi yang berbeda dan bidang yang berbeda pula,
sehingga sering disebut rantai pertukaran informasi
PENGERTIAN
KEPEMIMPINAN
Kepemimpinan :
Seorang pemimpin diharapkan akan dapat mempengaruhi proses
suatu transaksi sosial.
Dalam proses kepemimpinan/transaksi sosial meliputi unsur:
1.
orang yang mempengaruhi
2.
metode mempengaruhi
3. orang
yang dipengaruhi.
Bila orang yang dapat dipengaruhi untuk diberlakukan atau
bertindak dengan cara tertentu atau menyetujui sikap dan pendapat yang
mempengaruhi (pemimpin) dapat menendalikan yang dipengaruhi.
Adapun metode mempengaruhi dapat berupa :
1. kekuatan
fisik,
2. penggunaan
sanksi
3. usaha
menunjukkan keahlian
4. kharisma
(daya tarik)
BEBERAPA
PENDEKATAN KEPEMIMPINAN
Menurut stoner kepemimpinan adalah sebagai proses
mengarahkan dan mempengaruhi kegiatan yang berhubungan dengan tugas. Ada tiga
implikasi penting, pertama, kepemimpinan melibatkan orang lain ( bawahan atau
pengikut ), kwalitas seorang pemimpin ditentukan oleh bawahan dalam menerima
pengarahan dari pemimpin. Kedua, kepemimpinan merupakan pembagian yang tidak
seimbang diantara para pemimpin dan anggota kelompok. Pemimpin mempunyai
wewenang untuk mengarahkan beberapa dari kegiatan anggota kelompok dan sebaliknya
anggota kelompok atau bawahan secara tidak langsung mengarahkan kegiatan
pimpinan. Ketiga kepemimpinan disamping dapat mempengaruhi bawahan juga
mempunyai pengaruh. Dengan kata lain seorang pimpinan tidak dapat mengatakan
kepada bawahan apa yang harus dikerjakan tapi juga mempengaruhi bagaimana
bawahan melaksanakan perintah pemimpin.
PENDEKATAN STUDI KEPEMIMPINAN
Untuk mempelajari kepemimpinan menggunakan tiga pendekatan.
Pendekatan pertama bahwa kepemimpinan itu tumbuh dari bakat, kedua kepemimpinan
tumbuh dari perilaku. Kedua pendekatan diatas berasumsi bahwa seseorang yang
memiliki bakat yang cocok atau memperlihatkan perilaku yang sesuai akan muncul
sebagai pemimpin dalam situasi kelompok ( organisasi ) apapun yang ia masuki.
Pendekatan yang ketiga bersandar pada pandangan situasi ( situasionar
perspective ) pandangan ini berasumsi bahwa kondisi yang menentukan efektifitas
pemimpin. Efektifitas pemimpin bervareasi menurut situasi tugas yang harus
diselesaikan, keterampilan dan pengharapan bawahan lingkungan organisasi dan
pengalaman masa lalu pemimpin dan bawahan. Dalam situasi yang berbeda prestasi
seorang pemimpin berbeda pula, mungkin lebih baik atau lebih buruk. Pendekatan
ini memunculkan pendekatan kontingensi yang menentukan efektifitas situasi gaya
pemimpin.
PENDEKATAN SIFAT-SIFAT KEPEMIMPINAN
Kelompok pertama yang bermaksud menjelaskan tentang aspek
kepemimpinan yaitu para teoritis kesifatan. Bahwa pemimpin mempunyai sifat dan
cirri tertentu.
Untuk mengenali karakteristik atau ciri pribadi dari para
pemimpin, para psikolog mengadakan penelitian. Mereka berpandangan bahwa
pemimpin ini dilahirkan bukan dibuat. Secara alamiah bahwa orang yang mempunyai
sifat kepemimpinan adalah orang yang lebih agresif. Lebih tegas, dan lebih
pandai berbicara dengan orang lain serta lebih mampu dan cepat mengambil
keputusan yang akurat. Pandangan ini mempunyai implikasi bahwa jika ciri
kepemimpinan dapat dikenali. Maka organisasi akan jauh lebih canggih dalam
memilih pemimpin. Hanya orang-orang yang memiliki ciri-ciri kepemimpinan
sajalah yang akan menjadi manajer, pejabat dan kedudukan lainnya yang tinggi.
Ukuran dalam pencarian ciri kepemimpinan menggunakan dua
pendekatan 1) membandingkan bawahan dengan pemimpin 2) membandingkan ciri
pemimpin yang efektif dengan yang tidak efektif.
PENDEKATAN
PRILAKU KEPEMIMPINAN
1. fungsi-fungsi kepemimpinan
Perilaku pemimpin mempunyai dua aspek yaitu fungsi
kepemimpinan (style leadership). Aspek yang pertama yaitu fungsi-fungsi
kepemimpinan menekankan pada fungsi-fungsi yang dilakukan pemimpin dalam
kelompoknya. Agar berjalan efektif, seseorang harus melakukan dua fungsi utama
yaitu : 1) fungsi yang berkaitan dengan pemecahan masalah dan 2) fungsi-fungsi
pemeliharaan (pemecahan masalah sosial). Pada fungsi yang pertama meliputi
pemberian saran pemesahan dan menawarkan informasi dan pendapat. Sedangkan pada
fungsi pemeliharaan kelompok meliputi menyetujui atau memuji orang lain dalam
kelompok atau membantu kelompok beroperasi lebih lancar.
2. Gaya-gaya Kepemimpinan
Pada pendekatan yang kedua memusatkan perhatian pada gaya
kepemimpinan. Gaya kepemimpinan meliputi 1) Gaya dengan orientasi tugas dan gaya berorientasi dengan karyawan. Pada gaya yang pertama pemimpin mengarahkan
dan mengawasi melalui tugas-tugas yang diberikan kepada bawahannya secara
tertutup, pada gaya ini lebih memperhatikan pelaksanaan pekerjaan daripada
pengembangan dan pertumbuhan karyawan. Sedangkan gaya yang berorientasi pada
karyawan lebih memperhatikan motivasi daripada mengawasi, disini karyawan
diajak untuk berpartisipasi dalam pembuatan keputusan melalui tugas-tugas yang
diberikan.
TEORI
X DAN Y DARI MCGREGOR
Douglas McGrogor mengemukakan strategi kepemimpinan efektif
dengan menggunakan konsep manajemen partisipasi. Konsep ini terkenal karena
menggunakan asumsi-asumsi sifat dasar manusia. Pemimpin yang menyukai teori X
cenderung menyukai bergaya kepemimpinan otoriter dan sebaiknya seorang pemimpin
yang menyukai teori Y lebih cenderung menyukai gaya kepemimpinan demokratik.SUMBER : WWW.WIKIPEDIA.COM

Posting Komentar